sEbait kata tentangmu

Matahari yang bersinar hari ini masih matahari yang sama dengan matahari yang lalu. Rembulan yang bersinar di malam hari juga masih sama dengan rembulan yang bersinar di hari yang lalu. Matahari dan bulan itu akan tetep sama sampai kapanpun. Meski hari terus berganti tapi tak akan dapat mengubur satu kata dari masa lalu. Di sepanjang perjalanan kata itu tetap ada dan akan tetap ada meski waktu tak lagi memihak. Bait- bait kata di akhir perbincangan di suatu waktu selamanya akan tetap ada. Meski tak lagi ada irama senada.

Mimpiku

bulan penuh berkalung bintang

berselendang pelangi

berpayung awan

ku sapa

ku timang

ku hela

disambut kebisuan

mimpiku

bulan penuh jatuh berkeping ditanah basah

ku nyerah โ€ฆ. (13.06 BBWI)

Mimpimu adalah mimpiku

Mimpiku adalah dirimuโ€ฆ

Bintang menari di nirwana

Rembulan tersenyum ramah

Kebisuan bukan berarti tiada

Dan tiada adalah ada.. (19.19 BBWI)

Rinduku bulan tersangkut awan

Rinduku sepi dalam penantian

Rinduku angan menimang harapan

; esok atau lusa kita rajut mimpi

jadi kenyataan (19.46 BBWI)

akulah bulan yang kau rindu

bulan diantara putaran waktu

aku adalah asamu

asa yang tlah di lumat jarak berpuluh

aku kan membantumu merajut baju mimpimu dengan renda-renda emas. (20.07 BBWI)

semalam… ku buka lembaran diary dan ku temukan kata itu… kata yang pernah ku tulis di dunia kata beberapa waktu yang lalu. waktu memang tlah berlalu, tapi masa lalu adalah sejarah yang tak bisa tuk di hilang.
” aq tlah bernyanyi untukmu

tapi kau tidak juga menari

aq tlah menangis di depanmu

tapi kau tidak juga mengerti

haruskah aq menangis sambil bernyanyi ” ( k. Gibran)

5 thoughts on “sEbait kata tentangmu

  1. kapan diammu jawaban? ๐Ÿ™‚

    tahukah kamu, rinduku berlumpur ari mata darah

    dalam kebisuan aku bicara

    tanpa gerak, tanpa kata, tanpa suara

    aku diam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *