Archive | February 2006

cuti ngEjunk ah..

sore ini aq pulkam

itu berati aq ga akan lagi bisa menyapa dunia kata…

sore ini….

dan…

beberapa hari kedepan aq kan di kampung halaman

aq kan mencoba satu jalan baru di kehidupan aq

klo pengen susu coklat
silahkan ambil sendiri di dapur… trus bikin sendiri
Lis udah nyediain stok susu coklat banyak kok..
tapi….
jangan pake gelas yang berwarna ungu ya….
itu gelas kesayangan Lis
🙂

kekuataN kata

kemaren…

ada luka karna sepatah kata

luka yang menyesak dada

sepatah kata

yang buatkan rasa duka

aq pengen ngertiiin klo itu kata adalah kejujuran

aq pengen memahami itu ungkapan tulus

aq pengen mengerti itu hak pribadi

bukan salahnya….

klo dia berucap kata itu

bukan salahnya klo dia berfikiran begitu

aq bukan manusia sempurna

dengan  setukus hati

aq ucap kata pamitan

aq ucap kata perpisahan

aq bukan sang penggembala domba

aq bukan pendusta

kenapa sich selalu aja nempatin diri di posisi tertinggi?

kenapa sich selalu melihat dari kaca mata diri sendiri?

aq tau ada canda

aq ngerti saat tertawa

tapi…

rangkaian kata itu buatkan luka

rangkaian kata itu bukan canda

aq bukan penggemala domba

bulir air mata membasah pipi

rasa sakit menghujam di lubuk hati

semalam…

tak dapat ku pejam mata

dengan kata …

aq pernah tertawa

lewat kata ku kenal teman dunia kata

rangkaian kata

yach hanya rangkaian kata

tlah  buatkan duniaku mengharu biru

aq begitu percayta dengan seseorang dari dunia kata

seorang temen yang hanya ku kenal lewat kata

seorang temen yang ku percayakan semua rahasiakau

kemaren….

begitu pengen aq cerita

begitu pengen aq ngobrol

tentang luka yan ku rasa

kau selalu bisa hiburkan aq

kau selalu hasir dengan candamu

kamu temen yang selalu ngertiin aku

denganmu aq rasakan damai di hati

aq terluka karna kata itu

meski ku tau itu haknya bicara

asak dia tau

kata2ya itu menggorekan luka

menyakiti sepotong hati

bila kau menemaniku saat ini

aq pengen kau bantu aq

teriakkan kata di hadapnya

betapa aq terluka karna kata2nya

aq bukan  penggembala domba

kekagumanku

kegaguman dengan hati
tak kan terganti
meski nadi akhiri hari
kekaguman nyata dan bukan direka

(itu kata yang udah Lis tulis berbulan yang lalu… )

picpic aq

akhir2 ini Lis paling seneng naruh picpic yang Lis punya di flickr

picpic jadul

picpic lucu

pokoknya semua picpic yang sempet Lis ada

Lis taruh di itu t4 dech…

jadi klo ntar Lis bener2 pergi

kamu tetep akan bisa liat

berbagai macam pose Lis
picpic Lis yang gokil abis

picpic Lis yang serius

picpic yang amburadul

picpic Lis yang jelek

pokokknya semua dech…

sayangnya untuk saat ini Lis ga punya picpic yang baru

yang di luar ruangan gitu…

abis Lis ga ada camdig ups.. Lis kan emang ga punya camdig

jadi yang ada yach picpic seperti itu ajah

klo pun ada yang terbaru

paling2 picpic yang Lis ambil saat di depan kompter (pake cam komptr)

yang pasti

semua picpic itu asli…

jadi…

klo pengen liat Lis klik liat ajah di picpic itu…

hafi…

Lis mengenalnya hanya lewat dunia kata

Lis ga pernah chat bareng

Lis ga pernah ngirim email

Lis hanya berkungjung ke blognya

Lis hanya liat picpicnya
yang pasti…

di hati Lis ………..

ini orang adalah salah satu temen yang memiliki kesan tersendiri…

gaya katanya

penuh ciri khas…

Lis seneng mengenal sosok satu ini

🙂

kata2 aq waktu dulu

. & ,

Terlintas dalam angan dan membayang ditiap detak nadi. Mungkin hanya
Lis aja yang tak pernah dapat memahami arti kata itu. Begitu banyak
kata terrangkaikan, berbagai individu menyatu dalam kata. Jutaan kata
dan bahkan milyaraan rangkaian kata hadir di tiap waktu. Kata itu ada
di awal masa dan membangun keutuhan di sepanjang masa.
Ribuan kali sesal menyeruak, membentur diri mengapa ada terucapkan
kata yang tak di pandang rata oleh semua individu. Ada ketakutan di
setiap langkah, ketakutan akan penolakan kata, ketakutan akan
penertawaan kata, ketakutan akan pengucilan diri dan ketakutan akan
kebisuan.
Ada banyak tanda tanya di tiap kata, tanya yang menggantung tiada
balas kata. Karna kata punya seribu makna, satu kata tanya munculkan
sejuta penafsiran. Satu kata tanya, buatkan tanggapan berbeda.
Lingkaran tanya di antara banyak kata, berbelit ucap diantara ribuan
kalimat. Satu individu ga mungkin sama dalam menanggapi satu kata. Ada
banyak sudut pandang yang di pake untuk memaknai arti kata.
Begitu banyak gaya bahasa, begitu banyak pola kalimat, begitu beragam
pemikiran dan begitu ekspresifnya penuturan. Ga semua senada dalam
memandang satu kata, ga semua seia sekata dalam merespon info. Karna
ga akan mungkin ada individu yang bener-bener serupa dalam pola pikir.
Ide kata boleh sama tapi ga akan mungkin rangkian kalimatnya sama
persis. Titik dan koma mugkin sama penulisannya tapi pasti beda
maksudnya bila beda individu.
Karna terlalu percayanya akan kebenaran kata, hingga terkadang
melupakan kebenaran nyata. Lewat kata ada banyak info didekap. Lewat
kata ada satu cerita terrangkaikan, lewat kata ucapkan rasa di jiwa.
Kegembiraan, keceriaan, keresahan, kegelisahaan, keingintahuan dan
banyak hal lainnya terungkap lewat kata. Ada tawa bila kata berbalut
canda, ada duka bila kata berbalut cerca & derai air mata. Bila
kebisuan hadir di tengah-tengah kegembiraan dan membuta nurani karna
keegoisan. Tak ada kepercayaan yang abadi bila direndam dalam air
keraguan.
Kehidupan tak pernah serupa di kurun waktu yang sama. Ga tau qta apa
yang ada di hadapan bila qta tak menjalaninya. Semua tentang qta di
masa depan ga mungkin dapat dilihat di masa kini. Ga akan tau qta
apakah esok ada tawa ataukah ada duka. Ga akan ngerti qta apa arti
kehilangan sahabat bila qta belum pernah kehilangan. Mungkin benar
rangkaian kata adalah ekspresi diri. Tapi ga semua kata adalah
kehendak hati. Di murninya kata hati dan jernihnya pikiran, logika dan
etika adalah pagar kebenaran dan kelogisan nyata. Ada saat… dimana
kata hati dan pikiran ga mampu kendalikan rasa di jiwa dan tenangkan
diri.
Bila ada kata berselimutkan keputusasaan dan keinginan henti nadi.
Itu hanya sebatas kata. Kata karna diri tiada kuasa hadapi nyata yang
berseberangan dengan asa. Dalam dunia asa dan di alam bawah sadar,
semua kata yang tidak terpikir bisa hadir dan membayangi setiap
langkah.
Lis bersyukur … karna ga terpengaruh oleh bisikan kata yang ga bener
itu. Lis ga pernah nyangka klo Lis pernah nulis keinginan untuk henti
nadi. Bila logika dan hati bicara ga bakalan mungkin Lis ngelakuin hal
tersebut. Ngebayanginnya aja Lis ga berani, tapi… bila masalah ada Lis
ga mangkir klo Lis alamain hal itu. Keadaan di mana penuh ketakyakinan
dan kebimbangan. Bila biasanya Lis cerita ke kamu dan minta pendapatmu
tentang apa yang harus Lis lakuin. Tapi.. saat itu Lis ga tau kamu
lagi dimana. Karna akhir-akhir ini Lis ga tau lagi info tentangmu.
Kamu hilang bagai di telan bumi. Bayanganmu aja Lis ga dapatin apa
lagi sosok utuhmu.
Begitu berartinya sahabat bagi Lis. Lis ga pernah bisa lewati hari
tanpa miliki sahabat. Karna Lis ingat semua katamu dan Lis ingat diri
Lis bukan milik Lis. hidup dan mati adalah kehendak-NYA. Lis ga lagi
di dera keinginan untuk segera akhiri nafas ini. Lis punya temen2 yang
sayangi Lis, Lis miliki keluarga yang selalu mencintai Lis. Lis miliki
sahabat dekat yang begitu pengen Lis tetap menatap matahari. Ga
mungkin Lis ninggalin semua itu. Ga bakalan Lis mengecewain harapan
sahabat, teman dan keluarga Lis.
Yang kemaren biarlah berlalu, Lis ga akan lagi tenggelam di alam yang
sama. “Hari esok masih panjang masih banyak asa yang harus dicapai,
masih banyak hal yang menanti, masih belum kau dapat kepintaran
seperti idolamu ” begitu temen2 & sahabat Lis sering bilang ke Lis. Ga
bakalan Lis biarin diri Lis tetap teronggok di tempat yang sama dengan
hari ini. Hari esok harus lebih baek dari hari ini. Lis akan benahi
diri dan lupain semua hal yang semestinya ga ada. Ga lagi dech Lis di
pusaran belitan tanya yang sangat ga berarti dimata semua individu.
Hal terbodoh yang mungkin pernah Lis lakuin adalah bertanya satu kata
tentang makna kata yang ga seharusnya dipertanyakan. Karna keyakinan
kepada-NYA dan ajaran-NYA tlah berikan semua jawaban. Tak akan Lis
biarin diri Lis diperintah bisikan ga jelas. Ga sedetikpun Lis biarin
diri Lis terlupa semua perintah-NYA. Harusnya sedari awal Lis slalu
berserah pada-MU, tapi karna di buta keyakinan maka semua petunjukMU
seakan tertutup pekatnya malam.
Lis hanyalah hamba-MU, Lis ga lepas dari  dosa dan kekhilafan. Maafin
Lis dan ampuni semua salah Lis. Lis harapin lindungan-MU slalu. Lis
pengen hilangin ketakutan yang ada, ketakutan akan cercaan. Lis slalu
kepikiran kalimat cercaan itu. Lis slalu kepikiran bila Lis didiamin.
Bila Lis salah lebih baek Lis di tegur dari pada didiamin. Klo
didiamin Lis jadi ga tau salah Lis dimana dan apa yang seharusnya Lis
lakuin. Tanpa teman dan sahabat ga akan lengkap hari terlewati dan ga
akan berwarna kehidupan ini.
Terkadang Lis takut berkata. Lis takut salah kata. Lis takut tak di
percaya. Mungkin ini memang bukan tempat untuk Lis layak ada. Rasa ga
pas Lis ada di tempat ini karna begitu banyak hal yang ga Lis ngerti.
Bener-bener ga bisa di lukiskan dengan kata rasa takut itu terus
membayang. Lis sadar Lis ga mungkin sama dalam pola pikir dengan
individu-individu di sini. Apa lagi dalam pengetahuan tentang dunia
maya, Lis bener-bener ga banyak ngerti. Lis sering ngerasa minder bila
hadir disini. Rasanya Lis aja yang paling bodoh. Bukan Lis ga mo
belajar, Lis belajar untuk bisa ngerti tapi tetep aja Lis ngerasa Lis
ga berarti ada di antara demikian banyak individu yang lebih tau dari
Lis.
Ada sebagian hal yang begitu berarti bagi Lis dan tak segan Lis untuk
tanyaain. Meski terkadang setiap tanya tak selalu berbalas kata.
Ketakutan terbesar yang terus membayangi Lis adalah takut kehilangan
kepercayaan orang-orang yang Lis kenal. Bila Lis dianggap manusia
bodoh karna sering nanyain hal-hal sepele ato kalo Lis ga ngerti
banyak, Lis ga papa’ dan ga bakalan sedih. Karna Lis sadar Lis emang
ga sepintar mereka. Memang benar Lis pernah menulis banyak hal yang
mungkin ga seharusnya ditulis. Andaipun itu salah, Lis udah minta maaf
dan ga mengulanginya. Apakah untuk satu kesalahan yang Lis lakuin dan
Lis udah minta maaf, Lis masih di berikan sanksi???
Dunia maya begitu luas, tapi Lis ngerasa dunia maya ini begitu
sempit. Karna di manapun di pojok dunia ini Lis pasti ketemu dengan
beberapa individu yang Lis rada  kenal, meski ga begitu akrab. Paling
ga Lis tau dia itu adalah orang yang sama. Ada beberapa tempat (maaf
bila ga pas kata-katanya) yang Lis pengen banget gabung, tapi ga
mungkin Lis bisa ikut karna Lis takut untuk minta “diinvite”. Lis
takut klo mereka ga mo kasih Lis kesempatan untuk gabung. Lis takut
mendapati kata “tidak” dari mereka. Dalamnya laut dapat di ukur,
dalamnya hati seseorang mana mungkin Lis dapat mengukurnya. Meski Lis
yakin mereka individu-individu yang baek dan ga berfikiran sempit,
tetep aja Lis takut untuk mengucap kata permintaan pada mereka.
Lis sadar mungkin hanya Lis aja yang bodoh di sini, tapi… apakah satu
kesalahan yang tak termaafkan bila pernah Lis salah kata dalam
bertanya dan bertutur cerita???. Apakah satu kesalahan bila Lis pengen
pinter seperti idola Lis???. Mungkinkah bintang berkelip diteriknya
mentari???

desa aq

kemaren si frozi… nanyain kampung aq tuch dimana

makanya kali ini Lis mo nulis dikit tentang desa t4 tinggal ortu Lis

nama desa : Bangun Jaya

kecamatan : Balai Riam

kabupaten : sukamara

Provinsi : Kalteng

klo dari Palangka raya lumayan jauh (Lis ga ingat jaraknya)

mesti naek Bis…. kurang lebih 12 jaman gitu dech

klo pake pesawat 45 menit (yang ada pesawat capung yang cukup beberapa orang ajah)
berhenti sampe di Pangkalan Bun

trus lewat sungai naek speed (spit) 2 jam perjalanan
ato perahu klotok bisa sehari semalam

nyampe di Kotawaringin lama

trus lewat jalan darat lagi

naek mobil kijang ato pake ojek kurang lebih 3 jam-an dech

akhirnya baru nyampe ke t4 Lis tinggal

di desa t4 Lis ada perusahan kelapa sawitnya

jadi ga desa yang tertinggal

di sana banyak kok pendatang2 dari luar kalimantan

pokoknya desa yang nyaman dech tuk di jadiin tempat tinggal

Jawa gambut…

itu sebutan untuk orang jawa yang ada di Palangka Raya

Lis juga ga tau asal mulanya itu sebutan

trus kenapa kok hanya orang2 jawa aja yang dapat sebutan itu

padahal di Palangka Raya juga banyak lho orang dari daerah yang laen

tapi….hanya orang2 dari suku jawa ajah yang dapat sebutan itu

orang seperti Lis inilah yang juga di sebut jawa gambut…

orang jawa yang ga tau jawanya

gitu mereka menyebut…

orang jawa yang menghabisakan waktu di kalimantan

orang jawa yang di besarkan di kalimantan

orang jawa yang ga ngerti bahasa jawa

kira2 gitu dech ….

jawa gambut…

itu sebutan yang udah biasa di berikan ke orang2 jawa yang ada di Palangka Raya

bahkan juga oleh orang jawa ke pada orang jawa

biasanya sich sebutan itu di ucapin klo saat di ajak ngomong jawa

si orang jawa ini ga bisa ngomong jawa

eh…

malah ngomong pake bahasa indonesia ato malah bahasa lokal…

jujur….

meski Lis orang jawa

Lis ga ngerti bahasa jawa secara keseluruhan

Lis ngertinya juga bahasa yang kasar ajah itu juga beberapa kata aja…

Lis bersyukur bgt bisa ngerti bahasa jawa meski beberapa patah kata

temen Lis malah ada lho yang ga ngerti bahasa jawa sama sekali

padahal dia orang jawa

mungkin hal ini karna suasana di lingkungan t4 tinggalnya ga ada yang mempergunakan bahasa jawa…

wajah orang jawa… itu memiiki ciri khas tertentu

yang ngebedain dengan penduduk asli kalimantan dan suku2 yang laen…

bila orang ngeliat Lis

mereka pasti akan tau klo Lis orang jawa

tapi….

klo di ajak ngomong pake bahasa jawa

pasti dech akan Lis balas pake bahasa lokal Palangka Raya (bahasa banjar)

dan….

akibatnya Lis di ledekin “JAWA GAMBUT”

meski menetap di kalimantan Lis selalu ingat kok Lis ini orang jawa…

Lis juga pengen banget.. bisa berkunjung ke daerah ortu Lis….

ketemu ama orang2 jawa yang bener2 tinggal di jawa…

mungkin ….

suatu saat nanti hal itu akan terwujud…

jawa gambut….

hanyalah sebutan….

yang memiliki sejuta makna…

yang selalu ngingatin Lis dengan suku jawa

aq pake aaN

doain lilis ya…….

ingat dengan kisah penggembala domba? Dia teriak-teriak ada macan berkali-kali, tapi kenyataanya tidak ada macan. Begitu ada macan beneran, gak ada orang yang percaya.

kamu sudah berapa kali email seperti ini lis? kalo mo pamit.. ya pergi aja, yang jelas mo kemana. kalo mo tetep di kampung ini, ya udah.. gak usah sok pamit.

*ngerebus singkong*

Lis sadar…

tak semua orang berfikir serupa

Lis tak menyalahkan replyan di atas

dulu….

Lis emang udah pernah pamit

klo Lis emang ga akan lagi ke kampung gadjah

karna Lis mo pulkam…

itu bener Lis tulis

dan itu ga pake boong..

saat itu Lis emang udah berencana pulkam… dan emang bener pulkam

tapi sapa yang nyangka

klo akhirnya Lis ga jadi pulkam lama2

ternyata Lis masih berkesempatan menyapa dunia kata…

meski ga semua warga ingat Lis

meski ga semua warga kenal Lis

dalam BENAK Lis…

saat Lis nulis itu kata…

Lis nulis dengen jujur bin ikhlas…

mungkin bagi sebagian orang Lis ga berarti sebagai temen dunia kata

tapi….

Lis yakin masih ada sebagain orang yang tetep ingat Lis

hidup ini…. tak akan bisa qta jalani sendiri

qta pengen kenal dengan orang

qta pasti ucapkan kata perkenalan

bila qta udah saling mengenal

dan andai qta akan pergi

qta pasti ga’ pengen ninggalin ketidakjelasan

qta pasti ga pengen di bilang ga tau aturan

dulu…

qta datang dengan sejuta salam perkenalan

kok tiba2 pergi tanpa jejak

tanpa ada salam perisahan..

Lis ga pengen seperti itu…

replyan di atas…

bener2… ngebuat sedikit goresan di hati…

Lis sadar itu hak dia tuk nulis seperti itu

Lis ga mungkin bisa memasung itu kata2nya…

tapi…

itu kata bener2
membuat goresan di hati

sapa sich?

di benak Lis ada banyak tanda tanya
kenapa sich yang ngasih komentar itu kok nyembunyiin namanya
apa dia takut klo ketahuan namanya
diantara beberapa orang itu hanya si didat pake s
yang berani ngasih nama yang bener… 
yang ngasih komentar tanpa link blog pribadi
itu…. menurut Lis adalah orang2 yang pengecut
ga berani nunjukin siapa dirinya
(ini lis kupiies dari blog di sana) 
didats said…
gag ikutan ah3:31 PM

Delete

Anonymous said…
duh, jadi terharu dey…3:43 PM

Delete

lilis said…

didats : ga pp juga klo ikutan… ga ada yang larangkok terharu?
kok ga berani pake nama identitas sich? kenapa?

*mimik susu coklat*

4:08 PM

Delete

Anonymous said…
[KUTIPED]
Enda alergi Lis …. itu postingan yang dulu Lis tulis, abis Enda ga pernah mau reply di tiap tret yang Lis ada ato Lis bikin. Enda ga pernah mo kasih komentar langsung di tiap tret yang Lis ada ato Lis bikin. Enda juga ga pernah mau ngasih komentar di tiap postingan blog yang Lis tulis.
[/KUTIPED][KOMENTARED]
Ya terang aja jadi gak mau reply, gue rasa doi takut sih sama ente 🙂
[/KOMENTARED]

4:44 PM

Delete

lilis said…

ihhhhhhhhhh
kok ga kasih nama yang jeas gitu sich…8:18 AM

Delete

cowok baik-baik said…
Chantik hati lebih abadi di bandingkan chantik fisik. Nih ati-2 liat co yang unknown who he is, he..he.., tapi lumayanlah si enda daripada…, skor ehm ..lumayan…, tapi ingat tidak semua yang indah itu baik dan sebaliknya (tidak bermaksud menyinggung). Dan tidak semua keinginan terkabul (bener gak ya, aku agak dikit ragu). Kadang yang diem wae menyimpan kekuatan tersembunyi. Ok, bisa gak kalo sih enda lebih dari satu. Mungkin bingung ya. Untung sih enda cuma satu. Maap, mas enda cuman just for fun..!. Untuk lis adakah enda yang lain, he..he.., sabar non, sabar. Namanya juga hidup. Sajak dulu cinta emang membawa penderitaan (kata cu pat kai lho)11:18 AM

Delete

lilis said…

lilis kan hanya mengagumi….
ga lebih kok…
ini udah Lis bahas berulang kali dech…:)

11:49 AM