Bapak… Lilis kangen

Hari ini sabtu 20 september 2008, lilis teringat hari kamis 20 september 2007 jam 12. 30 WIB. Yach peristiwa setahun yang lalu tsb masih jelas terbayang dlm ingatan lilis. 20 september 2007 bapak lilis tercinta pergi untuk selama lamanya ninggalin lilis, mamak dan dua adik lilis. Ach… rasanya baru kemarin keluarga lilis berkumpul bercanda bersama, tak percaya ternyata takdir hidup memutus kebahagian keluarga lilis. Masih terngiang tawa dan canda serta petuah bin nasehat bapak untuk lilis + adik2 lilis (nining + linggarjati). Petuah tentang hidup dan problematikanya. Bapak…lilis kangen, lilis pengen dengar suara bapak, lilis pengen melihat senyum dan wajah bapak seperti dulu lagi. Bukan foto bisu seperti yang ada sekarang, foto bapak pengobat rindu, foto hanya diam tiada kata membuat lilis slalu tak mampu menahan bulir2 air mata. Bapak … maafin lilis yang belum bisa penuhi harapan bapak tuk hadirkan “tangisan bayi” maafkan lilis yang hingga kepergian bapak belum juga “menghadirkan senyum di pelaminan”. Bapak bukan lilis tak pengen bahagiakan bapak tapi garis hidup lilis blum bicara ke arah sana. Hari ini 20 september mengingatkan lilis pada bantuan teman2 “warga kampung gadjah” komunitas dunia kata yang lilis kenal dan juga warga dunia nyata dalam kehidupan lilis. Bantuan mereka tiada ternilai dan akan slalu lilis ingat. Tanpa mereka mungkin duka lilis akan kian berkepanjangan. Bapak satu tahu sejak kepergian bapak, lilis tlah pelajari banyak hal dalam hidup, tanpa bapak hidup terasa timpang. Tapi inilah hidup lilis harus jalani tanpa rasa sedih berkepanjangan, lilis yakin bapak tak kan suka jika lilis tetap berduka. Bapak meski kini keluarga qta tak lagi bersama di dunia tapi bagi lilis bapak slalu ada dan hadir dalam hidup lilis melalui kenangan yang bapak tinggalkan. Bapak … Lilis kangen…

15 thoughts on “Bapak… Lilis kangen

  1. Salam kenal ya,Mbak Lilis
    baca postingannya,Nenad jadi sedih hikhikhik
    Nenad jadi tahu gimana perasaan ditinggal orang terdekat yang kita sayang.Ya contoh nya Bapak Lilis itu.
    Pokoke,ngga usah sedih-sedih lagi ya..sekarang ketawa aja bareng Nenad,hehehehe

  2. bapak ku meninggal ketika aku masih duduk di bangku SD…
    tapi sampai sekarang aku masih bisa merasakan tangan kasarnya mengusap kepalaku tiap menjelang tidurku… :((
    *jadi pingin nangis*

  3. Semoga selalu diberi ketabahan dan bisa melalui hari-hari ke depan dgn lebih baik, meski sudah ndak didamping Bapak lagi.
    *Ibu saya juwega sudah wafat 04-05-06, 2 th nyang lalu*

  4. Hi…mba…sdih jg crita nya,yg sbar y…ingt slalu akn nasehat yg tlah beliau ktakan…wjud kn impian ny…brsha+berdoa slalu…amin

    Salam
    Admirer.

  5. Salam kenal ya Lies 🙂
    Dari anak sambas, Kalbar. Kita “tetanggaan” ternyata… borneo.

    Aku turut memahami perasaan kangen lies sama almarhum Bapak lies. Karna bapakku juga udah wafat thn 2002 silam. 1-3 tahun pertama mmg selalu terkenang Bapak. 🙂
    Jika ingat beliau, sampaikan doa buatnya. Apalagi ini moment bulan suci yg insyaallah dikabulkan Allah.
    Btw… jangan terlalu larut dlm sedih, Waktu terus berjalan, dan perjalanan Lies masih panjang.
    Masih banyak yg harus kita lakukan bukan? ada ibu, dan adik2.. Smile lies.
    See You…

  6. Yang sudah berlalu biarlah berlalu karena semua ini sudah takdir Allah SWT, Kita sebagai anak yang sholeh/sholehah alangkah lebih baik bila kita mendo’a kan setiap hari untuk orang orang tua kita yang sudah tiada. Karena do’a dari anak sholeh/sholehah akan menjadi penolong orang tua kita yang sudah di panggil olleh Allah nanti di akhirat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *