Mentari kehidupan

Tak ada aspal semulus jalan tol berhotmix, tak ada listrik 24 jam dari PLN, tak gedung2 bertingkat layaknya ibu kota propinsi, tak ada jembatan layang, daerah t4 tinggal lilis hanyalah sebuah desa kecil. Meski tanpa smua yang tlah lilis sebutin itu, lilis bangga dengan desa ini, lilis suka kehidupan di desa ini. Desa BANGUN JAYA (SP3 =>satuan pemukiman 3) dulunya adalah desa transmigrasi. Skian lama waktu berselang, kini udah 2 tahun lebih jaringan telkomsel dan indosat menemani komunikasi di desa lilis, tiang PLN udah hampir 6 bulan berdiri dan kata pejabat kabupaten 2009 listrik akan mulai menyala. Desa ini dihuni oleh berbagai suku bangsa, berbagai latar belakang kehidupan, namun satu yang sama yaitu memiliki lahan kebun sawit sebagai salah satu sumber nafkah dalam keluarga. Di desa ini makam bapak lilis ada, di desa ini lilis hidup menghabiskan hari bersama mamak dan adek2. *keluarga besar ada di JATENG* Desa ini layaknya mentari menyinari gelap hidup lilis, menyemangati hidup dan mengingatkan betapa byk keringat tertumpah bapak dan mamak demi membesarkan anak2nya. Andai bapak masih hidup lilis yakin bapak akan bangga melihat lilis dan nining tlah jadi PNS, dan si bungsu linggarjati msh di bangku kuliah. Tuhan…lilis bersyukur tinggal di ini dan menjalani hidup tanpa ada kemacetan layaknya kota jakarta. Meski desa ini tak seramai kota JAKARTA lilis happy tinggal di sini.

17 thoughts on “Mentari kehidupan

  1. Salut dan selamat
    Ya awal dari kebahagiaan adalah kerelaan memelihara kesyukuran 🙂

    Selamt tahun baru 2009, awal baru, semangat baru

    Salam hangat
    Benagewe # tahun baru asa baru bagi lilis

  2. pasti nyaman ya di desa nya lilis..

    moga desa nya makin maju ya…dan bagaimanapun keadaannya kita tetap harus berperan serta untuk memajukannya 🙂 # yup desa lilis nyaman bgt bg lilis

  3. nyantai aza lah, aq pikir lebih fresh hidup di desa, meski kadang sarana jauh sekali bentangannya dg kondisi kota. pokoknya salut deh..ternyata di zaman ini masih ada orang yg mo berjuang spy desanya maju.. insya Allah tuhan senantiasa membalas dari segala penjuru atas ke ikhlasan mbak…

  4. Memang bener mba Lilis, tidak harus tinggal di kota untuk bisa meraih kebahagiaan. Di kampungpun bisa, bahkan mungkin bisa terbebas dari stresnya hidup dikota yang identik dengan macet..cet..cet. Terima kasih mba udah mampir di blog ku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *